HARI-HARI TANPA AYAH
Karya: Fahmi Fahmal Sukardi
Nama saya Fahmi
Fahmal Sukardi saya lahir di Makassar,17 April 2000.Saya memiliki 2 kakak yang
bernama Fitriani Sukardi dan Haerani Sukardi mereka berdua sudah kuliah,ibu
saya bernama Sarifah dan ayah saya bernama Sukardi namun beliau sudah alharhum,ayah saya meninggal sebelum saya lahir yaitu pada tanggal 9 Desember
1999.
Kini
hari-hari saya lalui tanpa sosok ayah saya,mungkin saya tidak seberuntung ke
dua kakak saya yang sempat merasakan kasih sayang seorang ayah,dan melihat
langsung ayah,meskipun hanya sebentar,tapi itulah yang namanya kematian yang
tidak terduga-duga.Ayah saya meninggal pada umur 30-an entah apa penyebab ayah
saya meninggal,ibu saya belum memberitahu saya.Menurut ibu saya ayah saya
adalah sosok pemimpin rumah tangga yang bertanggung jawab,meskipun pekerjaan
ayah saya dulu tidaklah istimewa tapi ayah saya berjuang bersama ibu saya untuk
menyekolahkan kakak-kakak saya.
Sekarang
genap 14 tahun sudah ayah saya meninggalkan saya dan keluargaku,waktu berlalu
begitu cepat,umur saya sekarang 14 tahun saya tumbuh menjadi remaja dan pola
berfikirku juga sudah berubah, tanpa pernah merasakan sedikitpun kasih sayang
seorang ayah,aku hanya merasakan kasih sayang seorang ibu.Aku jadi teringat di
waktu aku masih berumur 4 tahun,aku sering bertanya kepada ibu saya bahwa ayah
kemana,ibu saya tidak pernah menjawab,ibu saya hanya diam,tapi kini aku tahu
bahwa ayah saya sudah tiada.Kini aku tumbuh dewasa,meskipun hari-hari ku tidak
di dampingi dengan sosok ayah itu tidak membuat saya minder,tapi itu menjadi
acuan saya utuk belajar lebih keras agar bisa membahagiakan keluarga saya dan
mengangkat derajat keluarga saya, terkadang aku sedih kalau aku melhat
sepupu-sepupuku yang masih memiliki keluarga yang lengkap,tapi saya juga tidak
menyalahkan Allah,kenapa Allah begitu cepat Allah mengambil ayah saya karena
aku sadar seindah-indahnya rencana manusia lebih indah rencana allah,dan pasti
dibalik semua ini saya dan keluarga bisa mengambil hikmahnya,hanya ada 2 cara
untuk melepas rindu kepada ayah saya,karena 14 tahun bukan waktu yang singkat
bagi saya tapi itu waktu yang sangat lama saya sangat rindu terhadap ayah saya,yaitu
mendoakan beliau dan berziarah ke makam beliau,namun sayang saya hanya bisa
berziarah ke makam beliau pada lebaran idul fitri saja,karena beliau dimakamkan
di tempat kelahirannya yaitu di Soppeng.
Terkadang di setiap doa saya setelah saya
shalat saya sering menangis,dan itulah yang menyebabkan saya lebih suka shalat
sendiri,karena saya tidak ingin terlihat lemah di depan keluarga dan teman
teman saya,saya hanya bisa mengirimkan ayah saya al-fatihah setelah saya shalat
agar ayah say tenang di sana.
Namu saya
harus tegar menghadapi semua ini,kini hanya ibu saya yang menjadi kepala
keluarga,dan juga tulang punggung keluarga.Ibu saya berjuang sendirian untuk
bisa menghidupi kami.Dan saya berjanji akan melindungi keluarga saya semampu
saya karena saya satu-satunya laki-laki
di dalam keluarga saya,jadi saya harus menjadi pengganti ayah saya.Semoga ibu
saya di beri saya di beri umur panjang oleh Allah.
ROBBIGHFIRLII WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA KAMAAROBBAYAANII SHOGHIIROO
Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil ”
----------Karya:Fahmi
Fahmal Sukardi---------