Translate

Jumat, 24 Oktober 2014

CERPEN

HARI-HARI TANPA AYAH


Karya: Fahmi Fahmal Sukardi

Nama saya Fahmi Fahmal Sukardi saya lahir di Makassar,17 April 2000.Saya memiliki 2 kakak yang bernama Fitriani Sukardi dan Haerani Sukardi mereka berdua sudah kuliah,ibu saya bernama Sarifah dan ayah saya bernama Sukardi namun beliau sudah alharhum,ayah saya meninggal sebelum saya lahir yaitu pada tanggal 9 Desember 1999.

Kini hari-hari saya lalui tanpa sosok ayah saya,mungkin saya tidak seberuntung ke dua kakak saya yang sempat merasakan kasih sayang seorang ayah,dan melihat langsung ayah,meskipun hanya sebentar,tapi itulah yang namanya kematian yang tidak terduga-duga.Ayah saya meninggal pada umur 30-an entah apa penyebab ayah saya meninggal,ibu saya belum memberitahu saya.Menurut ibu saya ayah saya adalah sosok pemimpin rumah tangga yang bertanggung jawab,meskipun pekerjaan ayah saya dulu tidaklah istimewa tapi ayah saya berjuang bersama ibu saya untuk menyekolahkan kakak-kakak saya.

Sekarang genap 14 tahun sudah ayah saya meninggalkan saya dan keluargaku,waktu berlalu begitu cepat,umur saya sekarang 14 tahun saya tumbuh menjadi remaja dan pola berfikirku juga sudah berubah, tanpa pernah merasakan sedikitpun kasih sayang seorang ayah,aku hanya merasakan kasih sayang seorang ibu.Aku jadi teringat di waktu aku masih berumur 4 tahun,aku sering bertanya kepada ibu saya bahwa ayah kemana,ibu saya tidak pernah menjawab,ibu saya hanya diam,tapi kini aku tahu bahwa ayah saya sudah tiada.Kini aku tumbuh dewasa,meskipun hari-hari ku tidak di dampingi dengan sosok ayah itu tidak membuat saya minder,tapi itu menjadi acuan saya utuk belajar lebih keras agar bisa membahagiakan keluarga saya dan mengangkat derajat keluarga saya, terkadang aku sedih kalau aku melhat sepupu-sepupuku yang masih memiliki keluarga yang lengkap,tapi saya juga tidak menyalahkan Allah,kenapa Allah begitu cepat Allah mengambil ayah saya karena aku sadar seindah-indahnya rencana manusia lebih indah rencana allah,dan pasti dibalik semua ini saya dan keluarga bisa mengambil hikmahnya,hanya ada 2 cara untuk melepas rindu kepada ayah saya,karena 14 tahun bukan waktu yang singkat bagi saya tapi itu waktu yang sangat lama saya sangat rindu terhadap ayah saya,yaitu mendoakan beliau dan berziarah ke makam beliau,namun sayang saya hanya bisa berziarah ke makam beliau pada lebaran idul fitri saja,karena beliau dimakamkan di tempat kelahirannya yaitu di Soppeng.

 Terkadang di setiap doa saya setelah saya shalat saya sering menangis,dan itulah yang menyebabkan saya lebih suka shalat sendiri,karena saya tidak ingin terlihat lemah di depan keluarga dan teman teman saya,saya hanya bisa mengirimkan ayah saya al-fatihah setelah saya shalat agar ayah say tenang di sana.
Namu saya harus tegar menghadapi semua ini,kini hanya ibu saya yang menjadi kepala keluarga,dan juga tulang punggung keluarga.Ibu saya berjuang sendirian untuk bisa menghidupi kami.Dan saya berjanji akan melindungi keluarga saya semampu saya  karena saya satu-satunya laki-laki di dalam keluarga saya,jadi saya harus menjadi pengganti ayah saya.Semoga ibu saya di beri saya di beri umur panjang oleh Allah.

ROBBIGHFIRLII  WALIWAALIDAYYA WARHAMHUMAA  KAMAAROBBAYAANII SHOGHIIROO

Artinya dalam Bahasa Indonesia :
“ Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa ayah ibuku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil ”


----------Karya:Fahmi Fahmal Sukardi---------